Monday, November 30, 2009

Si Hati Busuk dan Perasan Cantik

Helo. I'm glad I have some time to greet all of you today, after a quite long time I stayed in my own world. The Blanket.

Oh, it's already late to wish the Muslims Happy Eid Adha, but, yeah, I had quite different experience celebrating it this year. The first day of Eid, we went to SAMURA, celebrating it with my sister, Suha. She's having her SPM this year.

Again with the 'ohh'.

Oh, aku nak tulis entri kali ini bukan tentang Hari Raya Aidil Adha, tapi tentang Si Hati Busuk dan Perasan Cantik.

Aku sudah bertemu dengan manusia seperti mereka ini berjuta kali. Mungkin belum mencecah sejuta, seratus ribu pun belum sampai agaknya. Namun, pada aku, apa yang aku nak ceritakan, bukanlah apa yang aku hadapi dengan mereka ini. Sesuatu yang lain, masalah mereka ini yang menarik minat aku sebenarnya.

Walaupun kamu semua akan fikir, "Buat apa nak susah-susah fikir tentang masalah orang?" kan? Tetapi, kamu tahukah, masalah yang mereka hadapi ini membawa masalah kepada kita? Ini di sebabkan, sasaran mangsa mereka ini adalah orang-orang disekeliling mereka. Kita. Ya, kita. Kita semua. Melainkan, aku ulangi, MELAINKAN, jika orang itu memberi kesenangan kepada mereka pula.

Aku tidak peduli pada masalah mereka ini jika, mereka tidak menyusahkan orang lain, tidak menyakitkan hati orang lain, tidak merendah-rendahkan orang lain, tidak menggunakan orang lain sebagai perisai, dan tidak menjadikan mangsa sebagai sebuah batu loncatan kepada kejayaan diri mereka.

Ini kenyataan untuk Si Hati Busuk SAHAJA.

Aku pula tidak kisah dengan mereka ini jika, mereka tidak menggangu kehidupan aku, atau orang lain, tidak memalukan orang lain, tidak bongkak, dan riak dengan apa yang di miliki.

Ini kenyataan untuk Si Perasan Cantik SAHAJA.

Sekalipun demikian, jangan ingat aku akan berdiam diri jika mereka ini memburuk-burukkan keperibadian seseorang, menghina sesama manusia, mementingkan darjat dan berlagak bagus di depan aku.

Ini kenyataan untuk Si Hati Busuk DAN Perasan Cantik.

Kalaulah memang mata bundar bagai bulan purnama, pipi bak pauh di layang, bibir mungil, gigi tersusun, body macam supermodel, kulit mulus macam kapas, sedap jugalah mata memandang...tapi dari beberapa kategori yang aku nyatakan di atas, hanya satu atau dua penuh syaratnya.

Yang lain? Hahaha...

Kulit sudah cantik, gigi pula berkarat. Body sudah mantap, mata pula berkedut. Ini cuma contoh, ya?

Aku tidak akan marah, jika golongan si Perasan Cantik membuat hal sendiri, kehulu ke hilir memikirkan dirinya supermodel yang sangat cantik. Tersengih seorang diri apabila berderet-deret kaum Adam tersenyum simpul memandang dirinya. Tertoleh-toleh pula si Kaum Adam untuk memastikan apa yang dilihatnya. Ingatkan, Miss World yang lalu, tapi, bila si Perasan Cantik tersenyum, tersembul lah giginya yang jongang. Dah tak Miss World dah, bisik si Adam.

Kamu buatlah apa yang kamu suka, nak ke utara sambil tersengih ke, nak ke selatan sambil control ayu ke, aku tidak akan marah atau meluat. Buatlah apa yang kamu suka.

Tetapi...

Janganlah kamu lalu di depan aku, dengan melihat aku ke atas ke bawah, kemudian, mencebik ke arah aku. Seolah-olah kamu ingat aku tidak punya apa-apa.

Janganlah kamu memandang aku seumpamanya aku ini orang suruhan kamu, yang kamu boleh rendah-rendahkan.

Janganlah kamu mengata di belakang aku, seolah-olah sifat kamu itu sempurna, dan tiada caca celanya.


Erm, Heloooooooo!!! Miss Not World Anymore, you should see yourself first before you can judge people! You are maybe worst than the rest of us.

Your behavior, sucks.
Your face, common.
Your performance, overreact.
Your study, failed???
Your taste, awful.
Your idea, irrelevant.

There you go.


Tidak perlulah kamu ke sana ke mari, menceritakan tentang diri orang lain. Membuka aib sesama manusia, merendah-rendahkan sesama saudara se-Islam, menceritakan hal palsu kepada manusia lain. Sesungguhnya, aib kamu akan dibuka Allah kelak.

Kamu sedarkah, orang yang kamu cebikkan, orang yang kamu hinakan, adalah lebih baik dari kamu. Kalau kamu masih tidak sedar, bilang dengan jari kamu sahaja, berapa jumlah teman baikmu yang sanggup bersamamu waktu kamu susah? Berapa ramai teman-teman kamu yang mempunyai taraf hidup yang lebih baik dari kamu dari segi prestasi belajar? Berapa ramai teman kamu yang lebih baik akhlaknya dari kamu?

Kalau untuk soalan yang pertama kamu dapat penuhkan 5 jari sahaja (atau kurang), kamu patut tahu, yang sebenarnya ramai kawan-kawan kamu tidak gemar dengan perangai kamu yang menggunakan mereka, dan memalukan mereka bila-bila saja kamu suka. Kalau kamu dapat penuhkan 10 jari, mungkin kamu disukai kerana kamu punya sesuatu yang mereka boleh gunakan, (kerana kamu juga menggunakan mereka.)

Tapi, kalau untuk soalan-soalan yang lain senarai namanya lebih dari 20 jari kamu, kamu patut duduk di hadapan cermin, dan nilai diri kamu sebelum kamu nilai dan memandang rendah pada orang lain.

Serius, kamu kena tengok wajah kamu di hadapan cermin, dan BERMUHASABAH.

Pergilah tengok...

Wednesday, November 18, 2009

It's Wednesday morning...

I have no plans for today. Except to study, of course. I feel like, I dont want to, but I have to study. For the past few weeks, I have not even a slight interest on Biochemistry. I pushed it away last night. I slept early. I just want to go home...and dont come back. Shit.

I cant.

I cant even stay longer in Malaysia. I have to come back early. The university new rules, if you dont attend 75 percent of the lectures, you cant take the final exam. Double shit.

Everything, I mean, EVERY single thing that I love, is in Malaysia. Just left me, here...of course with my besties...but, that is life...


When you get caught in the rain with no where to run
When you're distraught and in pain without anyone
When you keep crying out to be saved
But nobody comes and you feel so far away
That you just can't find your way home
You can get there alone
It's okay, once you say
I can make it through the rain
I can stand up once again on my own
And I know that I'm strong enough to mend
And every time I feel afraid I hold tighter to my faith
And I live one more day and I make it through the rain
And if you keep falling down don't you dare give in
You will arise safe and sound, so keep pressing on steadfastly
And you'll find what you need to prevail
What you say is

I can make it through the rain
I can stand up once again on my own
And I know that I'm strong enough to mend
And every time I feel afraid I hold tighter to my faith
And I live one more day and I make it through the rain

And when the rain blows, as shadows grow close don't be afraid
There's nothing you can't face
And should they tell you you'll never pull through
Don't hesitate, stand tall and say

I can make it through the rain
I can stand up once again on my own
And I know that I'm strong enough to mend
And every time I feel afraid I hold tighter to my faith
And I live one more day and I make it through the rain

I can make it through the rain
And I live once again
And I live one more day
And I can make it through the rain
(Yes you can)
You will make it through the rain


We can make it...


Related Posts with Thumbnails